Let's Reach Dreams!

Assalamu'alaikum, teman-teman!😁

Wew, Finally, udah lama kepengen punya blog sendiri dan akhirnya bisa terwujud😊. Niatnya sih sebenernya mau berbagi aja sama temen-temen semua tentang.... random things, maybe? Semoga blog ini bermanfaat ya buat kalian semua. 

Sesuai dengan judul di atas "Let's Reach Dream!", sebenarnya itu cuman akal-akalan aja biar orang tertarik buat baca karena ngeliat judulnya yang kayaknya menarik, tapi akhirnya kecewa karena isinya sama sekali nggak bermutu *ketawa jahat* Kenapa aku tulis judul kayak gitu? Karena saya tau kita semua punya mimpi, besar ataupun kecil bukan persoalan, tapi yang menjadi persoalan dan tanda tanya besar adalah, mampukah kita mewujudkannya? Karena jujur saja, jangankan mimpi besar, mimpi yang kecil pun terkadang bukan hal yang mudah untuk diwujudkan.

Berbicara soal mimpi atau cita-cita atau impian atau asa atau keinginan, ya apapunlah namanya, sebenarnya saya punya banyak mimpi. Saya menyadari hal itu dengan jelas ketika duduk di kelas 1 SMA. Saat itu seorang guru agama menampilkan sebuah video motivasi di akhir pembelajaran. Video itu bercerita tentang seseorang yang mana adalah si pembuat video itu sendiri memiliki banyak mimpi dan harapan. Untuk membuat mimpinya jelas, dia membuat daftar 100 target yang harus dia capai dalam hidup dan yang luar biasa adalah dia berhasil mencapai 100 targetnya itu satu-persatu dan secara bertahap. Teman-teman mungkin sudah tau dan sudah menonton video yang sama juga, video itu adalah video yang dibuat oleh Danang A Prabowo yang merupakan alumni dari IPB bogor dan kalau nggak salah, sekarang dia menetap di Jepang.

Setelah menonton video itu, kami disuruh untuk mengambil selembar kertas dan menuliskan hal-hal apa saja yang ingin kami raih dalam hidup. Waktu itu saya hanya sempat menulis 27 target, padahal jangankan 100, saya bahkan punya beribu-ribu target yang ingin kucapai. Tapi entah kenapa waktu itu saya hanya mampu menulis 27 di saat teman-temanku bahkan ada yang menulis hingga 70-an. Pulang ke rumah, tanpa membuka seragam sekolah yang masih melekat, saya bergegas mengambil  3 lembar kertas HVS dan sebuah spidol berwarna merah. Saya mulai menulis daftar 100 target yang diawali dengan tulisan lafazh Basmallah di paling atas.

Saya ingat, waktu itu di poin nomor 1 saya menulis 'Fasih dan lancar berbahasa inggris' Jujur saja, saya sangat ingin menguasai bahasa inggris, karena ssys punya cita-cita melanjutkan pendidikan S2 di luar negeri. Kalau nekat kuliah di luar dengan modal berbahasa inggris yang pas-pasan, siap-siap saja akan dipulangkan ke negeri asal.

Beberapa saat kemudian, saya menyadari bahwa satu-persatu dari 100 target itu Alhamdulillah tercapai. Yang saya pikirkan saat itu adalah bahwa Allah sedang memberikan keajaibanNya. Karena jujur saja, saya bahkan jarang menyempatkan diri untuk melihat-lihat dan mencermati daftar 100 target yang tertempel di mading kamar. Padahal, Danang A Prabowo sendiri bisa mewujudkan 100 targetnya itu murni karena kerja keras dan usahanya sendiri. Daftar 100 target yang dia tempel di dinding kamarnya selalu dia baca dan hal itulah yang membuatnya termotivasi untuk berusaha mewujudkan mimpinya. Dan hal itu juga terjadi pada teman-teman saya, 100 target mereka tercapai tanpa pernah benar-benar berusaha untuk mencapainya. Dan jujur saja itu membuat saya merasa tidak pantas menerima semua nimat dan rezeki yang dikasih sama Allah, sementara saya adalah manusia yang paling jarang bersyukur, sebelum makan saja sering lupa ucap bismillah😣. Kadang rasanya malu, Allah udah begitu baik sama kita tapi kita sendiri jarang banget matuhin perintah Allah😢

Sebenarnya masih banyak hal yang ingin saya bagikan kepada kalian semua, tapi rasanya kalau nekat menceritakan semuanya, bisa-bisa sampai besok nggak kelar-kelar. Jadi cukup sampai di sini kisah kita jangan tangisi, ea baper, maaf ya kalau ada salah-salah kata atau kalian bosan baca celotahan saya yang nggak jelas ini. Semoga bermanfaat yaaa, byeee!😁

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato : Gaya Hidup dan Pergaulan Remaja Masa Kini

Puisi : Generasi Muda

Puisi : Munajat Cinta