Postingan

Mendikbud Minta Maaf?

Assalamualaikum, teman-temaaaaaaaaaaaan! Alhamdulillah, akhirnya setelah 4 hari bergelut dalam pertarungan sengit, kini UNBK telah berakhir! Tapi bukan berarti setelah ini saya berhenti belajar sih, pasalnya saya masih harus mempersiapkan diri menghadapi USM STIS yang akan digelar bulan mei nanti. Doakan semoga saya lulus, ya! Eh, dan berhubung tinggal menghitung jam lagi menunggu pengumuman SNMPTN, saya mulai deg-deg-an nggak karuan, semoga saya dan teman-teman semua dapat lulus di PTN yang diimpikan, ya! Aamiin Ya Allah :) Ohiya, berbicara soal UNBK, satu kata untuk UNBK tahun ini: 'mengecewakan'. Bukannya sombong, tapi melihat soal-soal tahun lalu dan berbagai macam prediksi soal yang tersebar luas, saya cukup percaya diri untuk menargetkan nilai 100. Namun, setelah berhadapan dengan soal-soalnya yang sangat jauh dari ekspektasi saya, saya hanya bisa berharap nilai saya mencapai KKM. Tapi sebenarnya saya tidak begitu peduli sih, toh nilai UN tidak menjamin apa-apa, entah...

2018-Tahun Luar Biasa

Assalamualaikummm, teman-teman! Wahhh, rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali saya mampir ke blog ini. Maklum, kesibukan anak sma kelas 3 membuat saya terlena dan tersiksa :"(( Yah, di penghujung masa putih abu ini tentu selain disibukkan dengan ujian-ujian yang datang berbondong-bondong membumi hanguskan para siswa, kami juga disibukkan dengan bayangan-bayangan akan jadi apa kami di masa depan(ceilah). Ohiya, kenapa judulnya tahun 2018 adalah tahun yang luar biasa pasti kalian sudah bisa menerkanya sendiri. Tahun ini akhirnya saya bisa mengurus ktp dan ikut pemilu! Eh, tp sebenarnya sy belum mengurus sih, mager, nanti aja kalo lagi butuh banget wkwk, jangan dicontoh. Ohiya, bulan lalu saya sedang mengalami masa-masa berkabung yang amat pilu, soalnya saya dua kali ikut lomba cerdas cermat matematika dan dua-duanya gagal hiks :"(( sedih kann? Tapi saya percaya bahwa Allah sudah menyiapkan sesuatu yang lebih indah. Yah, saya akuin sih, kalau saya terlalu meremehkan...

Puisi : Munajat Cinta

MUNAJAT CINTA Nadia Nur Afifa, 2017 Cinta Goresan awal lembaran kisah Desiran yang kini menjadi debaran Riak yang tumbuh menjadi gelombang Suka yang matang menjadi cinta Genangan menua menjadi samudera Setiap hal seakan haus akan dewasa Kini jarak terbentang melintasi waktu Merobohkan pasak harapan yang kubangun Menyiksaku dalam rengkuhan rindu Sesak, erat, rintihku dalam peluk Mengeja waktu yang tak kenal tunggu Menantimu di monumen rindu Percayaku, kita pasti akan bertemu Aku jatuh dalam kubangan cinta Jurang dosa berbalut nikmat Aku hilang di telan asmara Menggerogoti hingga ke dada Aku jatuh terlalu dalam Terlelap begitu lama Menikmati syahdunya alunan rima Tentang dirimu yang kucinta Hingga akhirnya aku tersadar Rasa ini mengepungku melingkar Kau bertahta bagai Sang Raja Menaklukan tiap sudut jiwa Mengultimatum tiap jengkal raga Dengan satu propaganda: CINTA Kau tahu, Aku bukan pujangga Yang mahir meran...

Puisi : Hujan Pagi Ini

HUJAN PAGI INI Nadia Nur Afifa, 2017 Pagi ini hujan turun lagi Seakan tak bosan menyapa hari Walau hadirnya menghalangi mentari Entah mengapa banyak yang jatuh hati Hujan jatuh tak pernah sendiri Seakan mengerti seperti apa itu sepi Walau hadirnya mengundang badai Namun ia pergi berjejak pelangi Di sudut kafe ini Aku duduk ditemani secangkir kopi Menghirup wanginya sekali Lalu menyesapnya dengan hati-hati Mengamati hujan yang tak kunjung usai Diam-diam perasaan itu merayapi hati Ah, dilema ini lagi, aku membatin Hujan selalu memberiku dua arti Arti yang selalu gagal kupahami Entah dia ingin bermain teka-teki Sedang aku kurang melahap kisi Di satu waktu aku ingin dia berhenti Hadirnya yang berisik membuatku terusik Sudah cukup hatiku menahan perih Yang kubutuh kini hanya sunyi Di waktu yang sama aku ingin dia tak pergi Biarlah tetap berisik untuk menemani Walau yang kudamba adalah sepi, Aku tak suka ditinggal sendir...

Marhaban Yaa Ramadhan

Assalamualaikum, kawan-kawankuuu. Alhamdulillah, saya telah terbebas dari belenggu ulangan kenaikan kelas dan sekarang kami sedang digantung sampai tiba hari penerimaan kitab. Doakan saja semoga hasilnya memuaskan, ya! Aamiiiiiiinnnnn. Tapi... Saya nggak bisa janji bakal sering-sering update, tapi bakalan saya usahain kok. Yang penting.... Libur tlah tiba! Libur tlah tiba! Libuuuurrrr tlahhhh tibaaaaaaa! Jadi, sebagai seorang pelajar yang budiman, hal yang membuat kami bahagia setengah mati selain jam kosong adalah LIBUR. Terserah deh liburnya berapa hari, sehari pun udah sujud syukur. Sampai-sampai, setiap pergantian bulan saya langsung melototin kalender buat cari tanggal merah. Pokoknya harus ada! Yah, maksud saya selain hari minggu lah, itu mah udah kodrat nggak bisa diubah-ubah. Dan libur kami akan sangaaaaaaattttttttt panjaaaaannnnnggggggggggg karena disambung dengan libur ramadhan! Oh, yeah! Oleh karena itu, untuk menghadapi liburan panjang yang sudah menanti di de...

Ulangan di depan Mata

Assalamualaikum, teman-teman! Maafkan karena sudah berminggu-minggu saya hilang dari peredaran. Soalnya yah sebagai seorang pelajar sma yang jam terbangnya tinggi, saya memiliki banyak pekerjaan yang nggak bisa bikin saya berleha-leha. Tugas lah, kerja kelompok lah, banyak pokoknya. Pokoknya kali ini saya harus membuang jauh-jauh sifat malpus saya, demi masa depan yang lebih baik. Kata nenek saya, 'Malas itu jangan dipelihara, nanti kalo udah gede, kamu yang dimakan.' Seperti baru-baru ini, guru biologi saya yang sangat saya hormati dan saya banggakan nggak tanggung-tanggung memberikan kami tugas 4 bab sekaligus. Adapun tugas itu terdiri dari pilihan ganda 30 nomor, isian singkat 10 nomor, dan soal uraian 10 nomor. Itu baru satu bab, coba dikali 4, 200 nomor! Dan itu semua ditulis tangan! Jadilah saya dan teman-teman banting tulang banting badan ngerjainnya. Sampai rasanya jari-jari tangan saya sebentar lagi rontok, untung punya tulang, kalau nggak udah gugur sebelum berp...

Petaka Gratisan

Assalamualaikum, semuaaaa.. Kali ini saya kembali lagi dengan judul yang sangat fenomenal, PETAKA GRATISAN. Hmm.. baik, akan saya mulai ceritanya. Jadi begini..... Di siang hari yang cerah tanpa awan, kami sedang duduk-duduk di depan kelas dengan tangan yang sibuk mengipas. Bayangkan saja, jam sudah menunjukkan pukul 3 kurang dan perut kami keroncongan tak karuan namun sayang tak bisa terisi karena dompet sedang tipis. Cuaca panas makin membuat kami kegerahan tak ketulungan. Saya sempat tergoda untuk memakai uang simpanan di dompet saya buat jajan, namun saya segera mengurungkan niat itu, bukannya saya nggak mau, UANGNYA NGGAK CUKUP. Yah, saya itu pelit sama yang namanya uang, kalau makanan atau barang sih ambil aja, saya ikhlas kok, yah walaupun dibelinya pake uang juga sih, tapi kan tetap aja bentuknya nggak kayak uang! Jadi saya relain. Maklum anak sekolahan harus rajin-rajin nabung buat masa depan yang nggak mendung. Saya nengok ke temen-temen saya, berharap masih ...